Posts

Mau Novel Baru?

Singkat cerita, lemariku penuh karena novel. Jadi, aku mau ngejual beberapa :( Berminat? Check daftar di bawah ini, ya! Siapa tahu ada novel yang kalian cari. 1. Me and You Versus the World (Stanley Meulen) 2. Ai (Winna Efendi) 3. Ready to Love Again (Sienta Sasika Novel) 4. Cinta. (Bernard Batubara) 5. Truth or Dare (Winna Efendi, Yoana Dianika) 6. Kunang-Kunang (Delbin Clyte) 7. Jun! (Mia Arsjad) 8. Surat Kecil untuk Tuhan (Agnes Davonar) 9. Really Love You (Loryta Chai) 10. Spasi (Ello Aris) 11. Autumn in Paris (Ilana Tan) 12. Aku, Kamu, dan Hujan (Anita Sari) 13. Janji Hati (Elvira Natali) 14. Happily Ever After (Winna Efendi) 15. Merry Riana, Mimpi Sejuta Dolar (Alberthiene Endah) 16. Waiting on You (R Kurniadi) 17. Karena Cinta (Monica Petra) Berniat? Bagi yang serius, contact e-mailku, ya ! nurazizahmaharani@rocketmail.com!

What We Did in Our Childhood

Beberapa hari yang lalu, temen-temenku pada ngeluh. Asti     : Argh PR-nya banyak banget! Mana tiga hari lagi ulangan Biologi! Vira    : Ho oh. Aku    : Makanya, 10 tahun lagi, dukung aku jadi Menteri Pendidikan. Hestu : Kalau Rani jadi Menteri Pendidikan, sekolah cuma 3 hari seminggu. Itupun masuk jam 8 pagi dan pulang jam 10 pagi. Pelajarannya yo ra cetho ( pelajarannya juga nggak jelas). Aku    : Tapi kan efektif. Daripada sekolah jam setengah tujuh pagi dan pulang jam 1 siang tapi gak ada yang nyantol di otak , mending caraku. Jam segitu kan, otak fresh. Apa pun yang diajarin, insya Allah nyantol.  Vira   : Kayak anak TK ya, Ran? Aku    : Bener.  Vira   : Ya udah. Nanti kalau aku udah punya anak, anakku kusekolahin TK terus. Kalau udah lulus, masuk TK lagi. Lulus lagi, masuk TK lagi. Nanti, kalau udah lulus berkali-kali, aku ngomong, "Wis. Nikah o wae, Nduk." Edan. . Masa-masa TK ema...

Shalat Berjamaah

Nggak. Ini bukan artikel ceramah agama, kok.  . Salah satu kewajiban seorang Muslim adalah shalat ( you don't say ). Dan sebagian besar shalat paling baik dilakukan berjamaah (dilakukan bersama-sama). Menurut guru agama, ustadz, ustadzah, dan lain-lain, shalat berjamaah bakal dapat 27x lipat pahala dari pahala shalat biasa. Kalau yang ikut shalat berjamaah ada 100 orang, kali deh 27 dengan 100. Banyak, kan? Wajar. Shalat berjamaah emang punya segudang manfaat, TAPI DENGAN SYARAT: (1) Ada imam (pemimpin), ada makmum (yang dipimpin). (2) Menghadap kiblat (iyalah). (3) Suci dan menutup aurat.  (4) Sesuai waktu.  (5) Melakukan rukun shalat, dll.  Dan yang paling penting:  (6) Makmumnya gak budek.  . Tadi siang, waktu lagi jalan ke joglo, aku ketemu Aliya dan Tika yang lagi duduk-duduk di depan mushola (mau shalat dzuhur). Mereka ngajak aku, jadi aku (sebagai Muslimah yang baik dan benar) setuju untuk ikut. Kami pun ngambil a...

Gak Bisa Dijudulin Saking Jengkelnya

Akhir-akhir ini aku capek banget sampai kesehatanku turun. Ya emang gak sampai demam sih, tapi kalian harus percaya kalau pusing, batuk-batuk, dan ingusan hebat (apalagi waktu ulangan) itu nggak enak banget . Sumpah.  Contohnya pas ulangan Kimia (tadi siang). Baru aja ngerjain nomor 1, eh tiba-tiba pikiranku melayang. Kepalaku mendadak ringan banget dan ingusku ( ew ) meler sampai aku jadi gak konsen. Ya udah deh, sambil ngerjain ulangan Kimia (yang menurutku naudzubillah susah banget), aku nyedot-nyedot ingus di tengah heningnya suasana kelas ( double ew ).  Hestu, temen sebangkuku, sampai ngomong: "Ih, jijay banget, Ran!"  Aku cuma bisa masang muka datar kayak gini:  -______-  Dear Hestu, di mana pun kamu berada dan kapan pun kamu baca postingan ini, kamu harus tau: kalau aku gak nyedot ingusku, nanti ingusku tambah meler dan tumveh-tumveh ke seragam . Kalau udah gitu, believe me, it's more than 'jijay'. . Karena itu, tadi s...

Review Singkat Novel 'Love, Rosie'

Image
Ini emang poster film Love, Rosie, tapi ini juga sampul buku yang kubaca A. Curhat (Part 1). You may skip this.      Hari ini tanggal-merah, dan aku manfaatin hari ini untuk... tidur. Ya, istirahat seharian dari PR, ulangan, maupun kerjaan-kerjaan lain yang akhir-akhir ini bejibun banyaknya. Sebenernya sih gak mau (karena kerjaan jadi numpuk), tapi... yeah , mau gimana lagi. Akhir-akhir ini aku capek banget dan kena flu, jadi, istirahat emang pilihan yang paling 'bagus'.       Tapi, sebelum tidur, aku baca novel berjudul Love, Rosie ini dulu. Hehe....      Novel yang ditulis oleh Cecilia Archen dengan judul asli 'Where Rainbow Ends' ini kubeli karena satu alasan: udah ada filmnya (aku belum nonton, tapi kata temen-temenku yang hopeless romantic : bagus banget).     So, here is the review. Maaf ya kalau nggak sesuai dengan kaidah review novel yang baik dan benar. B. Sinopsis (Blurb)      Mula...

He Doesn't Want Someone Better

Sebagai jomblo high-quality yang baik, aku gak pernah ngeledekin temen-temenku yang punya pacar. Aku juga gak pernah sengaja ’berkeliaran’ di malam minggu untuk gangguin orang-orang pacaran, gak pernah berdoa ke Tuhan supaya hujan turun pas malam minggu itu, dan gak pernah minta PJ (Pajak Jadian) tiap kali ada temen yang punya pacar baru. Aku tetap baik kok ke mereka. Bahkan, temen-temenku yang punya pacar (atau cuma gebetan) malah sering ngejadiin aku tempat curhat mereka. Mereka sering curhat dan minta saran tentang masalah love story mereka ke aku -_- ya, mereka emang ’salah orang’. Apa gunanya minta saran untuk love problem(s) ke orang yang lagi jomblo ( baca: single ) kayak aku? Tapi gak apa-apa, kok. Aku selalu suka dengerin cerita love story mereka karena… well , lucu aja. Cerita mereka itu ’beragam’, unik, nge-drama, dan kadang alay banget hahaha. Ada cerita tentang cinta monyet, cinta agak monyet, cinta yang-nyaris-gak-monyet, sampai first love yang bener-bener lov...

Anugerah Tuhan

Image
Kalau ada yang nanya ke aku tentang bagian dari diriku yang paling aku suka, pasti aku jawab: mata . Mataku itu bunder. Belok . Bahkan, waktu aku lahir, mukaku yang kecil itu seolah ketelen sama bentuk mataku yang gede banget (kata Eyang-ku, lho). Well, awal-awalnya, mataku emang nyeremin. Apalagi kalau lagi melotot. Tapi lama-kelamaan, banyak yang suka ngeliat mataku (ini kata orang lain, lho). Well , mataku emang jernih dan bulu-mataku emang  agak lentik (jadi enak dilihat) (ini masih kata orang lain, lho). Hehe.... Tapi ternyata kecantikan mataku (halah) punya batas kadaluwarsa. . Suatu hari, waktu aku masih TK, mataku tiba-tiba gatel banget dan jadi merah. Akhirnya, aku ke dokter mata dan dikasih obat-obatan sama dokter itu. Tapi mataku tetap gak sembuh-sembuh.  Akhirnya aku ganti dokter. Waktu itu aku masih kecil dan dodol banget, jadi gak ngerti apa-apa. Tapi aku masih inget kalau dokterku waktu itu laki-laki, udah tua, badannya besar, dan (maaf) kayakny...